Pendidikan di Maluku saat ini sangat menyedihkan,, orang Maluku sudah susah di buat lebih susah lagi,, maka sengsara kata yang tepat,,
Sebelum pandemic keadaan Pendidikan di Maluku sangat memprihatinkan itu dapat di lihat di pelosok,,tapi kalau kota ya aman,, apalagi masa Pandemi Covid 19 ini,, lebih-lebih hancur,, karna generasi masa depan Maluku akan tertinggal sangat jauh dari anak2 di daerah lain,,
Blajar pakai lampu pelita, listrik belum sampai,, ke sekolah harus taruhan nyawa,, apa lagi musti blajar jarak jauh (Blajar melalui media sosial) ya sio sayang la di lale, jadi intinya keterpurukan Maluku komplit baik dari pendidikan dan juga dari Ekonomi sosial keluarga. Sedangkan di kota,, walaupun kelihatan serba ada tapi tidak semua masyarakat dapa menunjang pendidikan jarak jauh tersebut. Ada hampir banya orang tua yang tidak mampu, bingung dengan cara apa anak-anaknya dapat mengikuti proses blajar jarak jauh tersebut. Karna Mau pikir pulsa data k pikir makan minum,, dan yg paling inti apakah ada hp Android atau tidak.
Pendidikan di masa pandemi menuntut orang tua harus siap (siap punya hp android, siap punya data, siap punya uang untuk print tugas).
Sedangkan di sisi Ekonomi pendapatan orang tua tidak menentu,, jangankan beli pulsa data, dan miliki hp android,, membeli makan minum tiap hari saja sudah sangat susah.
Jadi inilah Penderitaan Maluku serba komplit itu.
Tantangan dalam masa pandemi ini sangat banya,, tantangan yg paling utama ya kebutuhan ekonomi,, jadi masyarakat di minta untuk menyesuaikan keadaan tapi pemerintah tidak punya alternatif lain untuk mengurangi tekanan yang tinggi dari kebutuhan ekonomi itu,,
Jangan pikir bantuan yg di berikan pemerintah itu sudah tepat,, ya dari satu sisi itu kurangi beban masyarakat,, tapi di sisi lain membuat kecemburuan bagi sesama masyarakat,, ini yang fatal kalau mau di lihat,, karna rata2 mengeluhnya itu terkait makan minum yg tidak merata dalam proses pembagian bantuan tersebut di tambah lagi dengan keputusan2 pemerintah yang dari satu sisi baik untuk memutus mata rantai tapi kembali lagi dari sisi yang lainnya tetap bertentangan.
Sehingga ini jujur kerisauan hati beta dan teman2 Komunitas Kalesang Maluku serta orang tua yang rata2 ekonomi terbatas,
Maka langkah untuk membantu anak2 agar dapat mengikuti blajar mengajar jarak jauh yang katong ambil adalah menggabungkan beberapa anak yang orang tuanya tidak mampu kemudian jadikan 1 kelompok untuk dapat mengukuti proses blajar mengajar ini kurang lebih 2 minggu berjalan,, di basecamp Induk Komunitas Kalesang Maluku. Ya walaupun pulsa data itu di dapat dari kantong2 pribadi teman2 komunitas,, dan juga aksi2 yang katong buat misalnya menjual baju yang berlambangkan komunitas,, masker berlambangkan komunitas,,
tujuan katong cuma satu,, potong di kuku rasa didaging,, demi Maluku manise. Sehingga bisa mengurangi apa yg di alami orang tua yang penghasilannya di bawa rata2,,
By : Vigel Faubun,S.Pd
Kapitan Aksi Komunitas Kalesang Maluku

Harus ada langkah prioritas yang dilakukan, terutama dalam pendidikan, contoh misalnya hp android dan pulsa, bagimana dengan kita yang seng punya akses jaringan,?
BalasHapuslangkah yang di ambil pemerintah daerah hari ini tidak mencerminkan rasa nasionalisme sama sekali,
solusinya cuman satu, stop provokasi Masyarakat.
Siap sudaraku,, mungkin banya yang akan bertanya,, provokasi masyarakat ini seperti apa,,? Kira2 menurut gandong bagaimana,,,?
Hapus